§ TUJUAN:
Mengamati proses respirasi pada
serangga
§ ALAT DAN BAHAN:
-
Satu
set respirometer (2 buah)
-
Timbangan
analitik
-
Jam
-
Serangga
(jangkrik)
-
1
N KOH 5 ml
-
Kapas
-
Kain
kasa
-
Larutan
warna
§ CARA KERJA:
1.
Timbang
serangga
2.
Ambil
kapas, masukkan ke dalam tabung respirometer dan beri 5 ml KOH
3.
Masukkan
kain kasa dalam tabung tersebut dan letakkan di atas kapas.
4.
Kemudian
masukkan serangga ke dalam tabung respirometer dengan posisi tabung diridurkan
dan dibiarkan sebentar (sekitar 3 menit)
5.
Tutup
respirometer dengan pipa berskala
6.
Teteskan
larutan safrafin dengan pipet ke dalam pipa berskala pada posisi skala nol.
7.
Tutuplah
gabus karet pada tabung respirometer dengan pipa berkala.
8.
Tunggu
setelah 5 menit safranin tidak lagi pada posisi nol.
9.
Baca
skalanya (ml/menit)
§ HASIL PENGAMATAN:
|
No.
|
Waktu
|
Skala (ml/menit)
|
Perubahan skala (ml/menit)
|
|
1.
2.
3.
|
3 menit ke I
3 menit ke II
3 menit ke III
|
0 – 0,17
0,17 – 0,26
0,26 – 0,31
|
0,17
0.09
0.05
|
|
Σ Perubahan skala
|
0,31
|
||
Keterangan:
-
Berat
awal= 0,57 gram
-
Berat
akhir= 0,56 gram
Laju respirasi=
=
= 0,034 ml/menit.
Reaksi:
2 KOH + CO2 → K2CO3
+ H2O
§ PEMBAHASAN:
Pada percobaan yang kami lakukan di 3
menit pertama, pada jangkrik yang memiliki berat awal 0,57 gram didapatkan
perpindahan titik eosin yang menunjukkan skala dari 0 sampai 0,17 ml/menit.
Pada menit ke-6 titik eosin bergeser dari 0,17 sampai 0,26 ml/menit. 3 menit
berikutnya titik eosin kembali bergeser dari skala 0,26 ml/menit sampai 0,31
ml/menit, 0,09 ml/menit, 0,05 ml/menit. Laju pernapasan jangkrik makin melambat
dikarenakan kondisi O2 yang semakin berkurang di ruang respirometer.
Setelah ditimbang, berat akhir jangkrik berkurang menjadi 0,56 gram hal ini
dikarenakan dalam proses respirasi memerlukan energi. Semakin besar tubuh
jangkrik maka semakin banyak O2 yang dibutuhkan dalam proses
respirasi. Tidak hanya itu, proses respirasi juga dipengaruhi oleh jenis
kelamin, aktivitas yang dilakukan oleh tubuh, usia, suhu.
§ KESIMPULAN:
Dalam percobaan ini dapat disimpulkan
bahwa proses respirasi memerlukan energi, hal ini didasarkan pada berat badan
jangkrik yang mengalami penurunan setelah melakukan respirasi. Proses respirasi
memerlukan oksigen dan fungsi KOH adalah untuk mengikat CO2.
Faktor-faktor yang mempengaruhi respirasi antara lain, berat tubuh, jenis
kelamin, ketersediaan oksigen, aktivitas yang dilakukan, usia, suhu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar