Sabtu, 01 Desember 2012

PRAKTIKUM RESPIRASI




§  TUJUAN:
Mengamati proses respirasi pada serangga
§  ALAT DAN BAHAN:
-          Satu set respirometer (2 buah)
-          Timbangan analitik
-          Jam
-          Serangga (jangkrik)
-          1 N KOH 5 ml
-          Kapas
-          Kain kasa
-          Larutan warna
§  CARA KERJA:
1.      Timbang serangga
2.      Ambil kapas, masukkan ke dalam tabung respirometer dan beri 5 ml KOH
3.      Masukkan kain kasa dalam tabung tersebut dan letakkan di atas kapas.
4.      Kemudian masukkan serangga ke dalam tabung respirometer dengan posisi tabung diridurkan dan dibiarkan sebentar (sekitar 3 menit)
5.      Tutup respirometer dengan pipa berskala
6.      Teteskan larutan safrafin dengan pipet ke dalam pipa berskala pada posisi skala nol.
7.      Tutuplah gabus karet pada tabung respirometer dengan pipa berkala.
8.      Tunggu setelah 5 menit safranin tidak lagi pada posisi nol.
9.      Baca skalanya (ml/menit)
§  HASIL PENGAMATAN:
No.
Waktu
Skala (ml/menit)
Perubahan skala (ml/menit)
1.
2.
3.
3 menit ke I
3 menit ke II
3 menit ke III
0 – 0,17
0,17 – 0,26
0,26 – 0,31
0,17
0.09
0.05
Σ Perubahan skala
0,31
Keterangan:
-          Berat awal= 0,57 gram
-          Berat akhir= 0,56 gram
Laju respirasi=  =  = 0,034 ml/menit.
Reaksi: 2 KOH + CO2 → K2CO3 + H2O
§  PEMBAHASAN:
Pada percobaan yang kami lakukan di 3 menit pertama, pada jangkrik yang memiliki berat awal 0,57 gram didapatkan perpindahan titik eosin yang menunjukkan skala dari 0 sampai 0,17 ml/menit. Pada menit ke-6 titik eosin bergeser dari 0,17 sampai 0,26 ml/menit. 3 menit berikutnya titik eosin kembali bergeser dari skala 0,26 ml/menit sampai 0,31 ml/menit, 0,09 ml/menit, 0,05 ml/menit. Laju pernapasan jangkrik makin melambat dikarenakan kondisi O2 yang semakin berkurang di ruang respirometer. Setelah ditimbang, berat akhir jangkrik berkurang menjadi 0,56 gram hal ini dikarenakan dalam proses respirasi memerlukan energi. Semakin besar tubuh jangkrik maka semakin banyak O2 yang dibutuhkan dalam proses respirasi. Tidak hanya itu, proses respirasi juga dipengaruhi oleh jenis kelamin, aktivitas yang dilakukan oleh tubuh, usia, suhu.

§  KESIMPULAN:
Dalam percobaan ini dapat disimpulkan bahwa proses respirasi memerlukan energi, hal ini didasarkan pada berat badan jangkrik yang mengalami penurunan setelah melakukan respirasi. Proses respirasi memerlukan oksigen dan fungsi KOH adalah untuk mengikat CO2. Faktor-faktor yang mempengaruhi respirasi antara lain, berat tubuh, jenis kelamin, ketersediaan oksigen, aktivitas yang dilakukan, usia, suhu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar